Rokok Kretek 234 diberi sedikit ganja. Sewaktu tahun 80 an, desas desus ini sangat santer di kalangan anak2 muda Indonesia, agan2 semua yg pernah muda diera tsb pasti tahu, dan herannya sampai sekarang orang masih ada yg mempercayainya
Aneh tapi ada
Kita sedikit berfikir ajalah, kalau pabrik rokok 234 salah satu bahan dasarnya ganja, opo nggak sudah dibredel sama tim buser
bener khan gan
Ini gan rokok 234
DEJAVU gan
Ini sedikit cerita meluruskan cerita kenapa 234 diisukan ada ganjanya.
Ini kejadian th. 80 an gan
BAKSO atau BAKMI terkenal sering terkena isu dan kehilangan pelanggan. Pasalnya: ada desas-desus bahwa kuah bakso atau bakmi yang lezat itu konon dibuat dari rebusan kuah bayi. Desas-desus sinting, tetapi anehnya banyak yang percaya. Sekarang muncul kabar baru. Rokok kretek kita mungkin bakal dilarang beredar di Amerika Serikat.
Ini kabar yang serius. Dulu, seorang teman saya, yang merokok kretek sambil tiduran di Jerman, ditangkap polisi karena disangka sedang mengisap ganja. Bahkan sampai sekarang masih banyak yang menganggap rokok kretek 234 diberi sedikit ganja. Padahal itu hanya karena rokoknya lebih padat, mantap, dan berat, sehingga pengisap yang belum “profesional” akan langsung kliyengan.
Pemiliknya sendiri berkata, “Dengan usaha sebesar ini, Anda pikir kami berani berbuat senekat itu? Lagi pula, Anda pikir ganja itu murah harganya?”
Ada heboh rokok kretek di Amerika Serikat ini bermula setelah surat kabar San Francisco Chronicle dan Los Angeles Times menyiarkan berita tentang seorang pemuda yang punya kebiasaan merokok kretek dan mendadak mati. Dan kematiannya ini dilaporkan sebagai ada sangkutannya dengan kebiasaan mengisap rokok kretek, rokok “misterius” berbau cengkih harum dari zamrud khatulistiwa di Timur.
Rokok kretek memang sedang trendy di Amerika Serikat, terutama di Negara Bagian California. Selama 1984 dilaporkan bahwa ekspor rokok kretek dari Indonesia ke Amerika Serikat mencapai 7 juta dolar. Padahal, tahun sebelumnya volume ekspor rokok kretek baru mencapai sepertiganya. Menurut seorang importirnya di Amerika Serikat, rokok kretek ini digemari karena kandungan tembakau asli bermutu tinggi dan cengkihnya, yang membuat rokok ini berbeda dari rokok putih yang “sudah tidak terasa lagi tembakaunya”.
rokok filterpun nggak mau kalah waktu itu dg rokok kretek 234, entah siapa yg pertama kali menghembuskan desas desus bahwa apabila garis lem-leman kertas pembungkus tembakau rokok dengan lem-leman filter lurus, disinyalir terdapat ganja juga.
Jadi waktu itu semua teman-temanku yg suka rokok filter, pertama yg dicari adalah garis lurus antara kertas pembungkus tembakau dg kertas pembungkus filter.

emang rokok2 dari Indonesia paling enak.
hanya satu sebenernya rahasianya … cengkeh.
rata2 rokok diluar negeri hanya pakai tembakau + dikasih saus.
ane pernah ke korea, bawa 234 dan GG Inter.
waktu temen (orang korea) nyoba … dia bilang,
“wah enak banget rokoknya, dikasih ganja ya ??”
hahaha … ngakak gw waktu ingat lagi dengernya.
karena emang rokok2 diluar negeri hambar.
nggak enak dan bikin masuk angin… hehehe.
yg jelas ane belum bisa nemuin rokok yg sebanding dengan rokok2 buatan Indonesia.
bahkan, Cerutu Cuba yg mahalnya minta ampun, masih enak Cerutu bikinan dari Dj*rum, sayangnya ane blom pernah tahu GG ngeluarin Cerutu atau belum.
yg jelas rokok2 dari Indonesia is the Best !!!





