JAGO-JAGO BELADIRI LEGENDARIS DUNIA

WONG FEI HUNG

Wong Fei Hung (1847-1924) adl seorang guru bela diri, tabib, guru ilmu pengetahuan, dan revolusioner. Moto hidupnya “menolong yg lemah dan yg gak mampu”. Dia anak dari seorang ahli fisika, ahli obat2an dan guru bela diri, namanya Wong Kay Ying. Ayahnya ini yg mendirikan klinik obat yg namanya Poh chi lam dan Fei Hung sbg asisten ayahnya.
Fei Hung juga seorang revolusioner krn dia diam2 menentang org2 man chu.
klo soal Kung Fu…..dia belajar kung fu dari guru ayahnya. Ia belajar dasar2 seni bela diri Hung Gar. Ia juga ahli memainkan berbagai senjata terutama
tongkat. Konon legendanya dia pernah melawan 30 org di Kanton.
soal ilmu obat2an dia belajar banyak dari ayahnya.

Yasutsune “Ankoh” Itosu

Yasutsune “Ankoh” Itosu lahir di Shuri -no Tobaru pada tahun 1830. Ia adalah salah seorang yang mencapai usia lanjut, 85 tahun dan berhasil menjadi ‘meijin’ atau orang sakti mandraguna yang begitu didambakan oleh setiap karateka. Berbagai kisah keperkasaan Itosu tersimpan di memori para murid, rekan, maupun lawan yang pernah berjumpa dengannya. Kemampuannya menahan, atau tepatnya menangkis sabetan samurai dalam suatu pertarungan masih menjadi misteri hingga kini. Di penghujung hayatnya Itosu tetap gesit dan tangguh bila memainkan karatenya. Memang hanya tenaga fisiknya saja yang berkurang karena dimakan usia, namun kesaktiannya tetap saja tidak tertandingi.



Lie Syo Bun

Li Shu Wen 李書文 (1864 – 1934) (di komik kenji, disebut Lie Syo Bun)
adalah salah seorang legenda dalam dunia bela diri China, ahli dalam Ba Ji Chuan (八极拳) atau Kungfu 8 Mata Angin (Hakkyokuken).
Li Shu Wen dilahirkan di desa Zhang Sha, dia adalah penduduk asli kabupaten Cang propinsi Hebei yang terkenal sebagai tanah kelahiran aliran Kung Fu yang terkenal di penjuru RRC baik secara geografis maupun sejarah.

Pada masa kanak-kanak, Li Shu Wen dijual ke sekelompok opera (semacam ketoprak China) untuk belajar menjadi Wu Sheng (karakter pendekar lelaki dalam opera China) karena kemiskinan. Kakinya sempat cidera dan karena hal ini dia dipulangkan. Tersebutlah seorang Jin Dian Sheng yang selain seorang guru Ba Ji Quan, juga merupakan ahli pengobatan, maka Li berguru padanya.
Hingga akhir hayatnya, dia membenci orang yang sering siul-siul lagu lagu dair opera China. Bahkan murid-muridnya tidak berani bernyanyi atau bersiul lagu-lagu dari opera bila dia ada, karena mereka pasti akan dihukumnya. Walau begitu, kalau moodnya lagi bagus, dia akan memperagakan keahlian Wu Shengnya seperti berakrobat menggunakan kursi dan lainnya.
Derita di masa kecilnya ini akan mempengaruhi karakternya di masa dewasanya sekaligus membentuk karakter yang sangat khas bagi pembentukan ilmu Ba Ji quannya.
Li pertama kali mempelajari beladiri dari Jian Dian Sheng (1785 – ???) dari desa Meng. Kemudian dia mengembara ke desa Luo dan belajar dari Huang Si Hai disana.
kata-kata yang bagus dari buku Kenji Goh neh gan “Jangan takut kepada orang yang mempunyai banyak jurus, tetapi waspadalah kepada orang yang mempelajari satu jurus dan melatihnya terus menerus”


Yip Man


Ip Man (Yip Man) adalah seorang legendaries kungfu yang beraliran Wing Chun. Dia telah mempelajari Wing Chun sejak umur 13 tahun. Menurut Wikipedia, Yip Man adalah Master Kungfu (Sifu) pertama yang mengajari Wing Chun secara terbuka untuk umum.Yip Man lahir di Foshan tahun 1893 dari keluarga pedagang yang kaya, di umurnya yang ke-13 Yip belajar Wing Chun dari Chan Wah-Shun dan di teruskan oleh Ng Chung-sok sesuai pesan Chan sebelum meninggal.Umur 16, Yip meneruskan studinya di St. Stephen’s College, Hongkong, dimana sekolah tersebut diperuntukan orang-orang kaya dan orang asing di Hongkong.

Di sekolah ini Yip mulai dikenal sejak mengalahkan murip senior dengan beberapa gerakan kecil saja. Di umurnya ke-24 Yip kembali ke Foshan, dengan ilmu Wing Chunnya yang maju pesat, Yip tidak mendirikan sekolah ataupun perguruan disana, hanya mengajarkan kepada beberapa murid dan relasinya saja. Di masa kependudukan Jepang di China, Yip selalu menolak semua ajakan pemerintah Jepang agar Yip mau mengajari pasukan jepang bela diri.

Yip lalu kembali ke Hongkong dan mendirikan sebuah perguruan bela diri, Hampir semua bekas murid Yip menjadi orang terkenal, berhasil mendirikan perguruannya sendiri, menjadi pengatur bela diri dalam sebuah film atau bahkan bintang laganya sendiri, dan yang paling terkenal dari murid-murid Yip adalah Lee Xiao Long atau Bruce Lee.



Huo Yen Chia


Huo Yanjia lahir di Tianjing, 1868 pada masa akhir dinasti Qing. Meskipun lahir dari keluarga tradisional Wushu, Huo Yuanjia lahir lemah dan rentan terhadap penyakit (pada usia dini dia menderita penyakit kuning dan asma), karena ini ayahnya menolak mengajarkan tradisional wushu kepada Huo. Namun begitu Huo mengamati diam-diam ayahnya ketika mengajari murid-muridnya berlatih bela diri dan mempraktekannya sendiri pada malam harinya.
Di tahun 1890, keluarganya di kunjungi oleh seorang petarung dari Henan dan menjajal saudara tertua dari Huo YanJia, dimana kakak tertua Huo dikalahkan oleh petarung ini. Secara mengejutkan Huo menantang petarung tersebut dan berhasil mengalahkannya. Sejak itulah Huo di angkat murid oleh ayahnya. Setelah peristiwa itu, Huo banyak mendapat banyak tantangan dari daerah-daerah tetangganya dan berhasil mengalahkan setiap tantangan, nama Huo semakin terkenal. Nama Huo terus semakin terkenal setelah dia juga mengalahkan seorang kepala bandit yang menyerah kelompok biksu.


Choi Hong Hi


Choi Hong Hi lahir pada 9 November 1918 di Hwa Dae,Myong Chun,Korea.
Sejak kecil ia mempelajari berbagai seni beladiri tradisional Korea, salah satunya Taekyon.Saat remaja ia bersekolah ke Jepang dan mempelajari Karate Shotokan di Dojo-nya Gichin Funakoshi hingga menyandang sabuk hitam DAN II.

Kembali ke Korea, Choi Hong Hi berkarir di militer. Karirnya terus melesat hingga berpangkat Mayor Jenderal. Atas kegemarannya pada seni beladiri Choi Hong Hi meramu teknik-teknik beladiri yang dikuasainya, termasuk karate shotokan hingga terciptalah beladiri yang dinamakannya Oh Dok Kwan. Sejumlah rekan menjadi murid pertama Choi.
Pada 1955 atau dua tahun pasca perang Korea Selatan dan Utara, lahirlah beladiri baru Tang So Do yang kemudian berganti menjadi Taekwondo (secara harfiah; jalan/seni tangan dan kaki).Choi kemudian pindah ke Kanada dan mendirikan ITF sebagai wadah taekwondo-in disana,sementara di dalam negeri pemerintah korea mendirikan WTF sebagai wadah resmi taekwondo-in bentukan pemerintah.Walaupun begitu kedua organisasi ini tetap menjalin kerjasama dalam perkembangan taekwondo kini.


Jenderal Yue Fei

Jenderal Yue Fei. Beliau adalah Jenderal Patriot yang terkenal dari Dinasti Sung (960-1279) dan hingga akhir hayatnya tetap setia membela negara walaupun difitnah dan dihukum mati oleh penguasa lalim. Jenderal Yue Fei adalah pencipta Kungfu Internal dan eksternal, yakni : Hsing – I (Xing Yi) dan Eng Jiaw (Cakar Elang). Selain ahli dalam pertarungan tangan kosong, Jenderal Yue Fei juga ahli dalam 18 senjata Shaolin khususnya tombak tunggal. Konon ilmu tombaknya setara dengan ilmu tombak Keluarga Yang (Ilmu tombak Keluarga Yang merupakan ilmu silat keluarga turun temurun yang sangat khas dan tinggi serta hanya sedikit Ahli/Pendekar yang mampu menandingi ilmu mereka pada jamannya. Berdasarkan catatan kuno, diketahui bahwa ilmu tombak tingkat tinggi Keluarga Yang mempunyai sejumlah keistimewaan, yakni : Ilmu Tombak Melekat/Berpilin dan Ilmu Tombak (Toya) Naga Perkasa yang mampu melumpuhkan/membunuh lawan tanpa menyentuh fisik. Catatan : Keluarga Yang merupakan patriot sejati Dinasti Sung yang tetap setia hingga akhir kejatuhan Dinasti Sung oleh Monggol).


Sokaku Takeda

Sokaku Takeda mempelajari AIKIJUTSU dari Saigo Tanomo , seorang pemimpin keluarga Takeda yang merupakan pewaris terakhir ilmu rahasia Oshikiuchi. Dalam suatu huru – hara nasional Jepang keluarga Takeda sebagai pengikut setia Tokugawa diserang dan hanya sebagian yang lolos dari maut . Sokaku Takeda termasuk diantara yang selamat. dari maut.

Kemudian sebagai pewaris ilmu rahasia keluarga Sokaku Takeda banyak melakukan perjalanan dari suatu kota – ke kota lainnya sambil menyebarkan ilmunya Aikijutsu kepada orang yang ia pilih. Tidak sembarang orang dapat menjadi muridnya. Selama masa perjalanan dan pengajaran ilmu rahasia tersebut Sokaku Takeda menjadi sangat terkenal ke seluruh Jepang dan menjadi legenda tersendiri.
Sokaku meninggal pada 25,april 1953 saat berusia 83 tahun di prefektur aomori Hokkaido.

Blogged with the Flock Browser

4 Comments »

  1. 1
    angghy lee Says:

    saya suka bela diri…
    karana semua itu akan mebuat hidup ini semakin lengkap dan elbih bermakna………..

  2. 2
    fernandus Says:

    aq jd maniak beladiri gr2 bc komik kenji. bnyk pelajaran yg bs diambil dr komik tsb. nebeng blog y, http://911dollar.blogspot.com

  3. 3

    aku suka bela diri karna aku ingin melindung bangsa dan negara. dan menjadi pemimpin

  4. 4
    DotA-Holic Says:

    ijin copas gan, mo bkin trit


RSS Feed for this entry

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: